Sabtu, 26 Oktober 2013

seminggu tanpamu

seminggu tanpa mu.
memang belum lama.
tapi aku tak bisa lama menjalani hari-hari tanpa mu.
tepat di hari ini. Anniversary 3 month hubungan kita.
kamu melewatkan apa yang seharusnya tidak kita lewatkan bersama.

~~~

saat seminggu yang lalu masih membuatku sedih.
saat dimana kamu duduk manis didepan ku.
saat aku sibuk sendiri mengambil gambar terakhir sebelum kepergian mu yang mungkin akan cukup lama berada disana.
saat dimana aku memandang wajah mu, membuat bibir ku kaku.
sesekali kamu bertanya, ada apa dengan diriku.
aku hanya bisa menggelengkan kepala, karena aku tak mampu berucap lagi.
bibir ini menjadi bisu. aku terdiam. menyembunyikan pilu, dan keluh ku.

aku merasakan deras-nya air mata yang ingin mengalir. namun itu aku tahan semampu ku. sampai jari-jariku mengepal kuat menahan perasaan itu.
namun sesekali mataku berkaca-kaca. aku tak ingin mengedipkan mata. air mata ini akan mengalir deras.

sesekali aku masuk di kamar. menjatuhkan butiran-butiran air mata itu.

~~~

" kamu menangis ya ? aku hanya pergi satu bulan. itu tidak lama. bersabar sajalah. "
" siapa yang menangis ! orang aku biasa-biasa saja kok "

aku tidak membohongi perasaan ku sendiri.
aku hanya tidak ingin terlihat cengeng di depan mata mu.
dan aku juga tidak mau membebani pikiranmu saat berkendara.

namun aku gagal.
kamu tahu aku sedang terpuruk dalam sedih ku.

~~~

" aku pergi ya ! mama sama papa mu dimana ? aku mau pamit "

" mama sama papa ada didalam. secepat itu kamu mau pergi ? "

aku menarik kunci mobilnya. menggenggam erat. dan tak akan kubiarkan dia pergi secepat itu.
aku belum bisa jauh. aku belum siap.

" sudahlah sayang. ini hanya sementara. tidak selamanya. aku hanya pergi satu bulan. aku janji ! "

oh tuhan...
aku tak mampu membendung air mataku lagi.

aku masuk di kamar ku. meninggalkan dia yang ada di ruang tamu.
menumpahkan air mata pilu ini.

aku keluar. aku berusaha tak terlihat seperti orang yang sudah menangis di hadapannya.

" ini sudah jam 2 siang sayang. aku harus pergi. aku tidak mau kemalaman sampai disana. kamu mau aku balap mobil ku nanti ? "

aku menyerah. aku pasrah.
kuberikan kunci mobil miliknya kembali.

" ini demi kamu juga aku pergi. aku mau ujian. aku mau cepat dapat SH ( Sarjana Hukum ) ku. "

aku hanya terdiam. aku tak mampu berucap.
mungkin dia tahu. apa yang ku sembunyikan dalam diam ku.
kesedihan.

~~~

" I LOVE YOU :) "

pesan singkat yang masuk di telepon seluler ku.
dan itu dari orang yang ada di depan mataku.

aku menatapnya dan tersenyum.
membalas pesan singkatnya dengan senyuman.

~~~

" tante, om...  aku pamit ya "

tuhan bantu aku.
aku tak mampu lagi membendung air mata ini.
bantu aku.

aku berusaha tetap terlihat biasa saja depan matanya.
aku mendahuluinya keluar.
aku menunggunya di depan pagar rumah.

hingga tepat dia berada di depan ku.
memegang tangannya.
bersalaman. dan aku pergi sebelum dia masuk di dalam mobilnya.

aku lari memasuki kamar ku.
mengeluarkan apa yang sejak tadi aku tahan.
aku melihatnya pergi dibalik jendela kamar ku.

terbaring dalam kesedihan.
meluapkan semua perasaan pilu dan keluh ku.
menindih kepalaku dengan beberapa bantal.
agar orang-orang tak mengetahui aku sedang menangis tersedu-sedu.

~~~

aku menangis.
memeluk bayang mu.
derai air mataku membasuh hati.
sedih kau tinggalkan aku.
ku tangisi kepergian mu cinta.
yang pergi tanpa mengecup kening.

~~~
menerima telepon dari dia.

" kamu dimana ? "

" di kamar "

" jaga baik-baik dirimu. karena aku tak ada disana lagi menjaga mu. "

" iya "

" jaga hatimu. jaga harga diriku. "

" iya, pasti, kamu berhati-hatilah di jalan. "

" kamu berhentilah menangis. aku akan kembali. aku hanya pergi sementara. itu hanya satu bulan "

dia tahu aku sedang menangis.
mungkin karena kesah ku yang jelas.

" aku tahu. kabari aku selalu ya.  "

" ya sudah. kamu istirahatlah dulu. aku pasti kabari kamu terus kok "

~~~

aku hanya menatap foto saat aku mengambil gambar mu diam-diam dengan kamera handphone ku. saat kamu sibuk sendiri dengan handphone mu.
memutar lagu favorit mu. dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir.
hingga aku tertidur dalam sedih ku.

~~~~

hanya itu yang kulakukan sampai sekarang ini.
menatap semua foto-foto milikmu.
mendengar suara mu dalam khayal ku.
memutar lagu favorit mu.
menjaga kepercayaanmu.

~~~

seminggu tak bersamamu.
seminggu tak melihat senyum khas mu.

aku harus sabar.
aku harus tegar.
aku harus kuat hadapi rindu yang telah memuncak.

~~~

" biasanya, apa yang kamu lakukan kalau aku sedang tidak ada "

" menunggu kembali "

Happy 3 Month dear.
I MISS YOU :*

Sabtu, 19 Oktober 2013

dia yang pergi bersama malam minggu ku.

saturday night ...
lebih tepatnya malam minggu.

semalam, benar-benar malam minggu yang berbeda.
tidak ada keheningan di malam tadi. namun, tidak ada pula pesta meriah.
hanya saja ada lelucon sederhana kalian yang membangun suasana bahagia.
menurutku itu menakjubkan, ajaib.

semalam itu, cuma ada properti catur.
catur itu yang buat kamu dekat dengan ayahku.
lega rasanya, mereka yang semalam bermain,dan saling beradu pikiran.
mereka membuatku tercengang, malu sendiri, dan aku menikmati apa yang semalam terjadi.
mereka seperti dua orang yang berbeda namun satu jiwa.
dia dan ayahku, mungkin sama-sama malu memperlihatkan tingkah konyol dan absurd nya.
padahal yang ku tunggu adalah itu. tingkah konyol kalian berdua.
mungkin di lain waktu.
tuhan mungkin sudah merencanakan hal baru untuk kita yang semalam duduk di teras rumah.

hingga akhirnya.
tepat di pukul 22.00 ...
kamu berpamitan pulang dengan ayah,ibu dan aku.

kamu ...
kamu adalah orang pertama yang bisa mengambil hati ayahku.
candaannya kamu yang semalam itu, membuat ibuku berkata " ibu suka tingkah anak ini, karakternya sama dengan ayahmu. sopan, juga humoris. sering-sering saja ajak dia malam mingguan dirumah "
aku hanya bisa tersenyum dan berkata " :) bu, ini satnit terakhir dia datang ke rumah. besok dia sudah tidak disini lagi. "

aku yang sedang menangis dalam hati.
merasa malam ini paling indah.
aku tak mau malam minggu ku berakhir kali ini.
aku ingin lama bersamamu. lebih lama.
bahkan aku ingin terus bersamamu, disamping mu.
melihat mata sipit dan senyum manis yang selalu kau ciptakan.
aku akan rindu dengan itu semua.

rasanya, mataku ingin meneteskan butiran air mata yang cukup deras. saat kau meninggalkan rumah dan malam minggu ku.
namun itu aku tahan. aku tak mau terlihat cengeng di hadapanmu.

kita lihat saja.
bagaimana perasaan ini bermain dengan rindu.
bagaimana mata ini akan menahan ribuan tetesan air mata yang ingin mengalir deras.
apakah aku bisa menahan semua itu ?
mungkin tidak.
aku akan selalu menunggu mu datang di alam mimpiku setiap malam.
hanya dengan itu aku bisa menatap mu lagi.
kamu tuan besar ku. :'*

Rabu, 28 Agustus 2013

Pura-pura cinta

 Sejenak aku berfikir tak bisa berhenti mencintaimu, Dirimu yang selalu sempurna dimataku. Dirimu yang selalu bertingkah cerdas dan membuat jutaan decak kagum. Aku selalu berharap menjadi dambaanmu. Seperti kata-kata manis yang selalu kau lontarkan " Kau yang terbaik untukku, Kau yang terindah untukku. " Namun kini kata-kata itu hanyalah racun. Racun yang membuatku terlempar pada dasar jurang yang paling dalam. Racun yang membuatku tercekik oleh kekecewaan. Sungguh kau hanyalah kenangan pahit masa lalu. Yah, Kenangan pahit yang sangat menjenuhkan, mengingat kau meninggalkanku tanpa sepatah katapun. Dan saat kau menatapku saat ini kau merasa sama sekali tak bersalah.

Kadang aku tak mengerti dengan jalan hidup yang Tuhan bentangkan untukku. Terlalu rumit, sulit dan penuh dengan misteri. Apa yang sedang kulakukan? Mengeluh? Mungkin ini salah satu akibat dari pertahanan akal sehatku yang sedang melemah.

bodoh ya
iya terlalu bodoh memang. aku mencintai orang yang selama ini tidak pernah sama sekali punya rasa yang sama dengan apa yang aku rasakan.
kenapa aku baru sadar sekarang tuhan ?
kenapa tidak kemarin ?
atau saat dia mencoba mendekati ku ...

kata-kata manis-nya meluluhkan hatiku, sehingga aku lupa diri, dan bahkan tidak tahu jika sebenarnya itu hanya kepura-puraan.

Banyak hal yang berakhir tak seperti yang kuharapkan. Sementara telah begitu banyak hal yang telah kulakukan. Kuberikan segalanya yang aku mampu. Berharap semuanya akan berakhir sempurna. Namun nyatanya apa yang kulakukan hanya sia-sia. Seakan semua tak pernah ada artinya.

~~~

Ku tak pernah menyesali segala rasa yang telah ku berikan kepadamu. Aku pun tak pernah menyesali atas rasa sakit yang aku rasakan karena kisah ku denganmu.

Setiap detik, menit, jam dan hari, ku habiskan hanya untuk memikirkan apa yang harus aku katakan saat kau menanyakan padaku apa yang ku harap dari dirimu, apa yang kumau dari dirimu. Entah apa yang aku fikirkan dan ingin aku katakan, tapi apa pun itu, semuanya tak pernah mampu aku untuk mengungkap nya saat kau nyata di hadapan ku.

Kamu, cobalah untuk mengerti hati ku ini, coba kau degar dan rasakanlah jerit dan tangis di hatiku ini. Jika kau tak pernah bisa tinggalkan dirinya untuk ku, maka tinggalkanlah diriku untuk dirinya. Dan jangan pernah kau lihat pada diriku lagi. Meski pun semua ini begitu menyakitkan hatiku, tapi paling tidak semua ini bisa melepaskanmu dari rasa belas kasihmu kepadaku.

~~~

Saat ini...
Aku ingin kau menjauh dariku. Pergi sejauh-jauhnya dari duniaku, dan ku harap kau tak kan pernah kembali dalam hidupku. Sudah terlalu lama kau mengurungku, melemahkan seluruh jiwa dan ragaku,dan perlahan membuatku kehilangan kekuatanku.
Kau membuatku berpikir bahwa aku lemah, Aku harus terus menyerah, dan aku hanya seseorang yang selalu kalah.
Kau juga membuatku merasa semua perjuanganku sia-sia. Semua pengorbananku tak berguna, Dan hanya membuang waktu dan tenagaku dengan percuma.
Tapi kini...
Tak kan kubiarkan kau terus menguasaiku. Aku ingin kembali memiliki harapan dan mimpi itu. Meski ku tahu semua itu tak kan mudah bagiku.
Aku tahu air mata dan kekecewaan akan selalu mengiringi setiap langkahku, namun bagaimana bisa aku merubah keadaan Jika aku terus mengalah darimu.
Kau hanyalah sebuah perasaan. yang harus aku hancurkan. kau adalah keputusasaan yang membuatku takut untuk mencoba, takut untuk melawan.
Namun akan kunyalakan kembali musuh terbesarmu. Sebuah harapan yang mampu mengalahkanmu. Dia akan menuntun setiap langkahku untuk kembali bangkit dan meraih cita-citaku.