Sejenak aku berfikir tak bisa berhenti mencintaimu, Dirimu yang selalu
sempurna dimataku. Dirimu yang selalu bertingkah cerdas dan membuat
jutaan decak kagum. Aku selalu berharap menjadi dambaanmu. Seperti
kata-kata manis yang selalu kau lontarkan " Kau yang terbaik untukku,
Kau yang terindah untukku. " Namun kini kata-kata itu hanyalah racun.
Racun yang membuatku terlempar pada dasar jurang yang paling dalam.
Racun yang membuatku tercekik oleh kekecewaan. Sungguh kau hanyalah
kenangan pahit masa lalu. Yah, Kenangan pahit yang sangat menjenuhkan,
mengingat kau meninggalkanku tanpa sepatah katapun. Dan saat kau
menatapku saat ini kau merasa sama sekali tak bersalah.
Kadang aku tak mengerti dengan jalan hidup yang Tuhan bentangkan untukku. Terlalu rumit, sulit dan penuh dengan misteri. Apa yang sedang kulakukan? Mengeluh? Mungkin ini salah satu akibat dari pertahanan akal sehatku yang sedang melemah.
bodoh ya
iya terlalu bodoh memang. aku mencintai orang yang selama ini tidak pernah sama sekali punya rasa yang sama dengan apa yang aku rasakan.
kenapa aku baru sadar sekarang tuhan ?
kenapa tidak kemarin ?
atau saat dia mencoba mendekati ku ...
kata-kata manis-nya meluluhkan hatiku, sehingga aku lupa diri, dan bahkan tidak tahu jika sebenarnya itu hanya kepura-puraan.
Banyak hal yang berakhir tak seperti yang kuharapkan. Sementara telah begitu banyak hal yang telah kulakukan. Kuberikan segalanya yang aku mampu. Berharap semuanya akan berakhir sempurna. Namun nyatanya apa yang kulakukan hanya sia-sia. Seakan semua tak pernah ada artinya.
~~~
Ku tak pernah menyesali segala rasa yang telah ku berikan kepadamu. Aku pun tak pernah menyesali atas rasa sakit yang aku rasakan karena kisah ku denganmu.
Setiap detik, menit, jam dan hari, ku habiskan hanya untuk memikirkan apa yang harus aku katakan saat kau menanyakan padaku apa yang ku harap dari dirimu, apa yang kumau dari dirimu. Entah apa yang aku fikirkan dan ingin aku katakan, tapi apa pun itu, semuanya tak pernah mampu aku untuk mengungkap nya saat kau nyata di hadapan ku.
Kamu, cobalah untuk mengerti hati ku ini, coba kau degar dan rasakanlah jerit dan tangis di hatiku ini. Jika kau tak pernah bisa tinggalkan dirinya untuk ku, maka tinggalkanlah diriku untuk dirinya. Dan jangan pernah kau lihat pada diriku lagi. Meski pun semua ini begitu menyakitkan hatiku, tapi paling tidak semua ini bisa melepaskanmu dari rasa belas kasihmu kepadaku.
~~~
Kadang aku tak mengerti dengan jalan hidup yang Tuhan bentangkan untukku. Terlalu rumit, sulit dan penuh dengan misteri. Apa yang sedang kulakukan? Mengeluh? Mungkin ini salah satu akibat dari pertahanan akal sehatku yang sedang melemah.
bodoh ya
iya terlalu bodoh memang. aku mencintai orang yang selama ini tidak pernah sama sekali punya rasa yang sama dengan apa yang aku rasakan.
kenapa aku baru sadar sekarang tuhan ?
kenapa tidak kemarin ?
atau saat dia mencoba mendekati ku ...
kata-kata manis-nya meluluhkan hatiku, sehingga aku lupa diri, dan bahkan tidak tahu jika sebenarnya itu hanya kepura-puraan.
Banyak hal yang berakhir tak seperti yang kuharapkan. Sementara telah begitu banyak hal yang telah kulakukan. Kuberikan segalanya yang aku mampu. Berharap semuanya akan berakhir sempurna. Namun nyatanya apa yang kulakukan hanya sia-sia. Seakan semua tak pernah ada artinya.
~~~
Ku tak pernah menyesali segala rasa yang telah ku berikan kepadamu. Aku pun tak pernah menyesali atas rasa sakit yang aku rasakan karena kisah ku denganmu.
Setiap detik, menit, jam dan hari, ku habiskan hanya untuk memikirkan apa yang harus aku katakan saat kau menanyakan padaku apa yang ku harap dari dirimu, apa yang kumau dari dirimu. Entah apa yang aku fikirkan dan ingin aku katakan, tapi apa pun itu, semuanya tak pernah mampu aku untuk mengungkap nya saat kau nyata di hadapan ku.
Kamu, cobalah untuk mengerti hati ku ini, coba kau degar dan rasakanlah jerit dan tangis di hatiku ini. Jika kau tak pernah bisa tinggalkan dirinya untuk ku, maka tinggalkanlah diriku untuk dirinya. Dan jangan pernah kau lihat pada diriku lagi. Meski pun semua ini begitu menyakitkan hatiku, tapi paling tidak semua ini bisa melepaskanmu dari rasa belas kasihmu kepadaku.
~~~
Saat ini...
Aku ingin kau menjauh dariku. Pergi sejauh-jauhnya dari duniaku, dan ku harap kau tak kan pernah kembali dalam hidupku. Sudah terlalu lama kau mengurungku, melemahkan seluruh jiwa dan ragaku,dan perlahan membuatku kehilangan kekuatanku.
Aku ingin kau menjauh dariku. Pergi sejauh-jauhnya dari duniaku, dan ku harap kau tak kan pernah kembali dalam hidupku. Sudah terlalu lama kau mengurungku, melemahkan seluruh jiwa dan ragaku,dan perlahan membuatku kehilangan kekuatanku.
Kau membuatku berpikir bahwa aku lemah,
Aku harus terus menyerah, dan aku hanya seseorang yang selalu kalah.
Kau juga membuatku merasa semua perjuanganku sia-sia. Semua pengorbananku tak berguna,
Dan hanya membuang waktu dan tenagaku dengan percuma.
Tapi kini...
Tak kan kubiarkan kau terus menguasaiku. Aku ingin kembali memiliki harapan dan mimpi itu. Meski ku tahu semua itu tak kan mudah bagiku.
Tak kan kubiarkan kau terus menguasaiku. Aku ingin kembali memiliki harapan dan mimpi itu. Meski ku tahu semua itu tak kan mudah bagiku.
Aku tahu air mata dan kekecewaan akan selalu mengiringi setiap langkahku, namun bagaimana bisa aku merubah keadaan
Jika aku terus mengalah darimu.
Kau hanyalah sebuah perasaan. yang harus aku hancurkan. kau adalah keputusasaan yang membuatku takut untuk mencoba, takut untuk melawan.
Namun akan kunyalakan kembali musuh terbesarmu. Sebuah harapan yang mampu mengalahkanmu. Dia akan menuntun setiap langkahku untuk kembali bangkit dan meraih cita-citaku.