Tak pernah bisa seperti orang bijak.
Tak bisa ku raih seperti fakir yang mencuri.
Lelah jalani hidup seperti orang buta.
Aku muak dengan penglihatan tanpa bisa merasakan.
Beginilah caramu mengingatkanku !
Tentang siapa diriku sebenarnya.
Dirimu bukan orang yang mau bilang maaf.
Aku menunggu di kisah berbeda.
Tapi kali ini aku keliru
Memberimu hati yang layak terluka.
Dan aku telah salah, aku telah jatuh ke dasar setiap botol.
lima kata di kepalaku ini. Berteriak, " APAKAH KITA SUDAH BERSENANG-SENANG?"
"apakah kita sudah bersenang-senang?"
Dirimu bukannya tak tahu bahwa ku bilang cinta padamu dan aku bersumpah masih begitu.
Pasti sangatlah buruk, karena hidup denganku pasti telah hampir membunuh mu .
"Apakah kita sudah bersenang-senang?"
Tak bisa ku raih seperti fakir yang mencuri.
Lelah jalani hidup seperti orang buta.
Aku muak dengan penglihatan tanpa bisa merasakan.
Beginilah caramu mengingatkanku !
Tentang siapa diriku sebenarnya.
Dirimu bukan orang yang mau bilang maaf.
Aku menunggu di kisah berbeda.
Tapi kali ini aku keliru
Memberimu hati yang layak terluka.
Dan aku telah salah, aku telah jatuh ke dasar setiap botol.
lima kata di kepalaku ini. Berteriak, " APAKAH KITA SUDAH BERSENANG-SENANG?"
"apakah kita sudah bersenang-senang?"
Dirimu bukannya tak tahu bahwa ku bilang cinta padamu dan aku bersumpah masih begitu.
Pasti sangatlah buruk, karena hidup denganku pasti telah hampir membunuh mu .
"Apakah kita sudah bersenang-senang?"